Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Home » , , » RTW Diubah Demi Pembangunan Jalur Puncak II

RTW Diubah Demi Pembangunan Jalur Puncak II

Posted by Jalur Puncak 2 on Tuesday, November 25, 2014

Foto- Tim teknis Pemkab Bogor meninjau Jalur Puncak II yang dibangun sejak Fabruari 2013 lalu kini mandek lantaran terkendala pembebasan lahan milik Perhutani. (iwan)

BOGOR (Pos Kota) – Demi memperlancar proses pembangunan Jalur Puncak II sepanjang 47 Km dari Sentul, Kecamatan Babakan Madang hingga Kecamatan Tanjungsari, perbatasan Kabupaten Cianjur, Pemkab Bogor mengubah Perda No 19 Tahun 2008 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW). Dalam perda baru tersbeut, pemkab akan mengubah lahan nonhutan menjadi hutan.
Kabid Sarana dan Prasaran Badan Perencaan Pembanguan Daerah (Bappeda) Kabuapten Bogor Suryanto mengatakan, terdapat penyesuaian-penyesuaian pola peruntukan dan pemanfaatan lahan.
“Dalam Perda lama terdapat salah interpretasi, yakni kawasan yang harusnya bukan hutan malah ditetapkan sebagai hutan. Dalam revisi perda baru, lahan yang seharusnya bukan hutan dikembalikan menjadi lahan nonhutan,” katanya.
Perubahan tata ruang Kabupaten Bogor merujuk pada Perda Provinsi Jawa Barat No. 22 Tahun 2010 tentang RTRW. “Kita hanya menyesuaikan, sebab Perda RTRW Kabupaten Bogor lahir duluan dibandigkan Perda Provinsi Jawa Barat. Ada perbedaan skala antara Bogor dan Jawa Barat. Dalam Perda tersebut luas lahan hutan menjai sempit,” tambahnya.
Revisi tata ruang juga disesuaikan dengan kebijakan nasional yang berubah. Ia mencontohkan, ada reposisi kawasan pertambangan, industri, dan pariwisata. “Selain itu, ada penambahan kawasan strategis, yang dibutuhkan seiring dengan pertumbuhan dan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Bogor,” katanya,
Dia juga mengatakan, perubahan tata ruang ini tidak hanya menyangkut kawasan Puncak. Penyesuaian pemanfaatan dan peruntukan lahan dalam rancangan perda baru tetap mempertahankan fungsi lindung dari wilayah hutan, termasuk area konservasi di Puncak. “Hanya soal batas hutan dan wilayah hutan tidak seusai antara perda Kabupaten Bogor dengan Jawa Barat. Tapi kawasan lindung tetap dipertahankan,” katanya.
Menurutnya, lahan hutan yang akan dialihfungsikan menjadi nonhutan berada di sekitar Jalur Puncak II yang pembangunannya saat kini mandek, yakni meliputi Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari, dan Cariu. “Lahan hutan yang akan dipakai untuk Jalur Puncak II mencapai 50 hektar,” ujarnya.
Diharapkan dengan adanya perubahan RTRW dan kelak disetujui DPRD Kabupaten Bogor, target penyelesaian Jalur Puncak II tidak akan molor lagi. Semula Jalur Puncak II ditarget rampung 2014, tapi diundur lantaran terkendala dengan lahan milik Perhutani, bahkan kini pembangunanya mandek. “Jika RTRW ini disahkan target penyelesaian 2016 dapat tercapai,” ujaranya.
(iwan/sir)
Foto- Tim teknis Pemkab Bogor meninjau Jalur Puncak II yang dibangun sejak Fabruari 2013 lalu kini mandek lantaran terkendala pembebasan lahan milik Perhutani. (iwan)

sumber: poskotanews.com

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Jalur Puncak 2. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger